Musik non Tradisional
Musik
Non Tradisional

Pengertian Musik Nontradisional
Yang dimaksud dengan musik nontradisional adalah musik yang
timbul karena pengaruh dari luar negeri, baik penyajian maupun bentuk komposisi
serta dengan alat yang modern.
Unsur Pokok
Bunyi adalah bahan terpenting dalam musik. Bunyi berasal
dari Sumber bunyi, yang digetarkan oleh tenaga atau energi. Kemudian getaran
tersebut oleh pengantar diantarkan atau dipancarkan keluar. Dan bila getaran
ini sampai di telinga kita, barulah kita dapat mendengarkannya.
Definisi bunyi adalah gelombang longitudinal hasil dari suatu getaran yang dapat merangsang indra pendengaran. Pandangan bahwa bunyi merambat seperti gelombang air pertama kali dikemukakan oleh Marcus Vitruvins Polio di Romawi, satu abad sebelum Masehi. Teori kuantitatif tentang bunyi pertama kali dikemukakan oleh Sir Isaac Newton.
Definisi bunyi adalah gelombang longitudinal hasil dari suatu getaran yang dapat merangsang indra pendengaran. Pandangan bahwa bunyi merambat seperti gelombang air pertama kali dikemukakan oleh Marcus Vitruvins Polio di Romawi, satu abad sebelum Masehi. Teori kuantitatif tentang bunyi pertama kali dikemukakan oleh Sir Isaac Newton.
Dinamika (musik)
adalah tanda untuk memainkan volume nada secara nyaring atau lembut. Dinamika
biasanya digunakan oleh komposer untuk menunjukan bagaimana perasaan yang
terkandung di dalam sebuah komposisi, apakah itu riang, sedih, datar, atau
agresif. Tanda dinamika pada umumnya ditulis menggunakan kata-kata dalam bahasa
Italia.[1] Ada
dua kata dasar dalam dinamika, piano (lembut) dan forte (nyaring)
selebihnya merupakan variasi dari dua kata ini.
Ada beberapa tanda dinamika yang umum
digunakan dalam karya musik, yaitu:
·
Pianissimo (pp): Suara yang
dihasilkan sangat lembut.
·
Piano (p): Suara yang
dihasilkan lembut.
·
Mezzo-piano (mp): Suara yang dihasilkan
agak lembut.
·
Mezzo-forte (mf): Suara yang
dihasilkan agak nyaring.
·
Forte (f): Suara yang
dihasilkan nyaring.
·
Fortissimo (ff): Suara yang
dihasilkan sangat nyaring.
Tanda dinamika dapat diletakkan di awal,
tengah, akhir, atau dimana saja dalam sebuah komposisi musik dan dimainkan
hanya pada nada yang diberi tanda saja. Jika tanda dinamika tidak terlihat maka
nada dimainkan dengan volume sedang
Crescendo dan Decrescendo
Ketika seorang komposer ingin menulis perubahan dinamikia
secara bertahap, maka ditulis dengan tanda: crescendo (cresc.)
dan decrescendo (decresc.). Tanda ini
menunjukan bagian mana yang akan secara bertahap nyaring atau lembut.
·
cresc. untuk bertahap nyaring, dan
·
decresc. bertahap lembut.
Tanda crescendo digambarkan
dengan (<) panjang dan descrescendo digambarkan
dengan (>) panjang, biasa disebut juga dengan "penjepit rambut" (hairpin).[2]
Hairpin biasanya berada
di bawah paranada, namun dapat juga
ditemukan di atas paranada terutama pada partitur vokal.[3] Cresc. dan decresc. dimainkan
sampai akhir dari tanda itu sendiri.[2]
Timbre
adalah suatu sifat dari suara manusia atau instrument karena beda intensitas
dan banyaknya harmonic dan sub harmonic sehingga dapat membedakan instrument
yang satu dengan instrument yang lain. Timbre dalam seni musik sering juga
disebut dengan warna suara.
Pitch adalah sifat dari nada musik atau
suara manusia yang dibentuk karena hubungan frekwensi dan intensitas. Apabila
frekwensi lebih tinggi maka dikatakan pichnya lebih tinggi.
Ritme atau Irama (dari bahasa Yunani αΏ₯Ο
ΞΈΞΌΟΟ – rhythmos,
"suatu ukuran gerakan yang simetris") adalah variasi horizontal dan
aksen dari suatu suara yang teratur.
Ritme
terbentuk dari suara dan diam. Suara dan diam tersebut
digabungkan untuk membentuk pola suara yang berulang untuk membuat ritme. Ritme
memiliki tempo yang teratur, namun dapat memiliki bermacam-macam jenis.
Beberapa ketukan dapat lebih kuat, lebih lama, lebih pendek, atau lebih pelan
dari lainnya. Dalam sebuah musik, seorang komposer dapat menggunakan banyak
ritme berbeda.
Ritme dalam Linguistik
Ilmu
tentang ritme, penekanan, dan laras/nada dalam berbicara disebut sebagai prosodi;
bagian dari topik bahasan dalam linguistik.
Pola
ritme yang 2/4 memberikan kesan dinamis, dan membuat gerak menjadi lebih aktif
mengikuti ketukan, terlebih musik yang dipilih atau di rancang sangat kentara
bitnya. Maka memiliki kecendrungan mengaktifkan kaki dan tangan. Penari menjadi
lebih terbenam dalam ritme, sehingga aspek “pressentasi” yang memiliki tenaga
sangat terasa itensitas dan tekstur yang di tempakan oleh tubuh. Di samping itu
jika musik berpola ritme 4/4 menjadi badan dan torso menjadi lebih tenang.
Memiliki kecendungan tubuh menghayati alur geraknya. Pola ritme ini sangat
nikmat untuk menghayati ungkapan-ungkapan yang bersifat gerak murni, bahkan
jika melodinya sangat menonjolkan ekspresi lirisnya.
Ritme dalam musik sama seperti pemenggalan kata
dalam bahasa kita sehari-hari. Dalam bahasa, kita menggunakan koma, titik,
kalimat, dan paragraf untuk menyampaikan ide, dan penggunaan unsur-unsur ini
yang semakin efektif semakin membuat ide tersebut mudah diterima. Dengan
analogi yang sama, sebuah lagu menggunakan frase dan bait untuk memenggal
lirik, dan menggunakan struktur ritme untuk memenggal musik.
Γ Beat
Beat atau Irama adalah ketukan, seperti 1-2-3-4, yang biasa
kita hitung ketika memainkan atau mendengar sebuah lagu. Beat membagi sebuah
frasa menjadi bagian-bagian yang seragam, dimana satu beat nantinya bisa dibagi
lagi menjadi bagian yang lebih kecil bila dibutuhkan.Contoh: dalam birama 4/4,
satu beat sama dengan satu ketukan, sehingga satu bar birama berisi 4 beat.
Γ Metrum
Satuan
irama yang ditentukan oleh jumlah dan tekanan suku kata dalam setiap baris
puisi. Kaidah metrum berbeda-beda antara bahasa dan tradisi.
Γ Bar
Bar adalah frase musik dalam lagu, yang
terdiri dari beberapa beat. Satu bar pada lagu komersial umumnya memiliki 4
beat, sehingga terdiri dari 4 ketukan. Bagian-bagian lagu seperti Verse dan Chorus,
biasanya diukur menggunakan bar: Verse umumnya selama 8 hingga 16 bar, dan
begitu juga dengan Chorus. Contoh: dalam birama 4/4, satu bar sama dengan 4
beat atau ketukan. Frase 16 bar berarti memiliki 64 beat.
Γ
Time Signature
Time signature atau tanda waktu menandakan berapa banyak beat
dan selama apa beat tersebut dalam satu bar. Contoh: Time signature lagu
komersial umumnya 4/4, yang berarti ada 4 beat dalam satu bar, masing-masing
selama satu kali not 1/4. Time signature lain yang umum digunakan (terutama
untuk lagu rock) adalah 6/8, yang berarti ada 6 beat dalam satu bar,
masing-masing selama satu not 1/8. Time signature lain, meski tidak dipakai
sesering kedua sebelumnya, digunakan untuk jazz swing, yaitu 3/4.
Γ
Tempo
Tempo menandakan seberapa cepat lagu dimainkan.
Istilah modern untuk tempo adalah BPM atau Beats per Minute, yaitu berapa
banyak ketukan yang terjadi dalam waktu 60 detik. Dalam pengetahuan musik
klasik, tempo ditandai dengan istilah-istilah bahasa Italia seperti Adagio,
Allegretto, dan Presto, yang masing-masing memiliki kecepatan tertentu. Namun,
untuk produksi musik modern menggunakan piranti lunak, lebih mudah menentukan
kecepatan lagu menggunakan BPM. Contoh: Lagu bertempo Allegretto sama dengan
100 BPM. Artinya, dalam 60 detik, terjadi not 1/4 sebanyak 100 kali, untuk
birama 4/4.
Tempo juga dibagi menjadi 2 macam , yaitu :
Γ Tempo tetap adalah tempo yang tetap sepanjang lagu
Γ Tempo bergerak adalah tempo yang berubah mengikuti
ekspresi lagu
Media
Media
adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan
informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk
jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti
"perantara" atau "pengantar", yaitu perantara sumber pesan (a
source) dengan penerima
pesan (a receiver).
Macam-macam alat musik
·
Idiofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari
bahan dasarnya. Contoh: kolintang, drum, bongo,
kabasa, angklung
·
Aerofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari
hembusan udara pada rongga. Contoh: suling, trompet, harmonika, trombon
·
Kordofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya
berasal dari dawai.
Contoh: bass, gitar, biola, gitar, sitar, piano,
kecapi
·
Membranofon,
adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran. contoh :
tifa, drum, kendang,
tam-tam, rebana
·
Elektrofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya dibangkitkan
oleh tenaga listrik (elektronik). Contoh : keyboard, gitar
listrik, bass listrik, piano listrik
Notasi
Notasi menurut penulis adalah sistem
penulisan lagu ataupun musik menggunakan gambar, angka, maupun simbol-simbol
tertentu yang bisa menggambarkan urutan nada, tempo, dan birama.
Jenis-Jenis Notasi
1. Notasi Angka
Notasi Angka merupakan sistem penulisan
nada dengan menggunakan angka 1 (Satu) hingga 7 (Tujuh) serta dibantu beberapa
simbol untuk memperjelas. Angka tersebut menggambarkan nada:
1 = Do
2 = Re
3 = Mi
4 = Fa
5 = Sol
6 = La
7 = Si
Angka di atas merupakan nada tengah.
Jika nadanya tinggi, maka notasi angkanya diberi tanda titik di atasnya. Jika
nadanya rendah, maka notasi angkanya diberi titik dibawahnya. Semakin rendah
atau tinggi oktafnya, semakin bertambah jumlah titiknya.
2. Notasi Gambar
Notasi Gambar merupakan notasi yang menggunakan
gambar sebagai petunjuk nada. Contoh, dalam alat musik Angklung, notasinya
menggunakan gambar beberapa hewan sebagai petunjuk not. Biasanya gambar yang
gunakan adalah:
Ikan (Do)
Angsa (Re)
Jago (Mi)
Kucing (Fa)
Tikus (Sol)
Capung (La)
Burung (Si)
Elang (Do)
Ikan merupakan simbol nada Do rendah,
sedangkan Elang merupakan tanda nada Do tingggi.
3. Notasi Simbol
Notasi Simbol biasanya menggunakan tanda
atau gerakan tubuh. Contohnya Curwen Hand`s yang menggunakan gerakan tangan
sebagai tanda nada. Berikut gamabar Curwen Hand`s:
Untuk nada dengan oktaf rendah, biasanya
penulis menggunakan tangan satunya menunjuk ke bawah. Demikian juga sebaliknya,
untuk menunjukkan nada dengan oktaf tinggi, penulis menggunakan tangan satunya
menunjuk ke atas.
4. Notasi Balok
Notasi Balok merupakan notasi yang
terlengkap digunakan dalanm penulisan lagu ataupun musik. Di dalamnya terdapat
tanda tempo (cepat lambanya lagu atau musik), tanda dinamik (keras lembutnya
permainan lagu atau musik), tanda istirahat (berhenti memainkan lagu atau
musik), serta nilai ketuknya.
Melodi
Melodi adalah urutan nada-nada berdasarkan
panjang pendeknya nada serta tinggi rendahnya nada. unsur-unsur melodi terdiri
dari : 1 . Tangganada : a . Tangganada diatonis b . Tangganada pentatonis. 2 .
Abreviatura abreviatura adalah cara yang di gunakan untuk meringkas penulisan
notasi lagu dengan tidak mengubah lagu aslinya.
·
Tangga
nada diatonis
Tangga nada diatonis terdiri dari tujuh buah nada yang
berjarak satu dan setengah nada. Tangga nada ini terbagi menjadi dua kelompok,
yaitu tangga nada diatonis mayor dan tangga nada diatonis minor. Tangga nada
diatonis mayor berkesan bahagia dan bersemangat. Sedangkan tangga nada diatonis
minor terkesan sedih dan kurang bersemangat.
v
tangga nada minor adalah salah satu tangga nada diatonik. Tangga nada ini tersusun oleh
delapan not. Interval antara not yang berurutan dalam tangga nada
minor (asli) adalah: 1, 1/2, 1, 1, 1/2, 1, 1.
Sebagai
contoh, tangga nada A minor adalah A, B, C, D, E, F, G, A'
Tangga nada minor dapat dilihat
sebagai mode musik keenam dalam tangga
nada mayor. Tangga nada minor kadangkala dianggap mempunyai bunyi yang
cenderung lebih sedih dibandingkan dengan tangga nada mayor.
Ciri-ciri tangga nada minor[sunting | sunting sumber]
Ciri-cirinya adalah:
·
Bersifat sedih
·
Kurang Bersemangat
·
Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
·
Mempunyai pola interval : 1, ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1
Δ== Tanda mula tangga nada
minor == Tangga nada minor menggunakan tanda mula yang
sama dengan tangga nada mayor; tanda mula yang sesuai dengan pola interval
suatu tangga nada minor alami dianggap sebagai tanda mula untuk tangga nada
minor tersebut. Tangga nada mayor dan minor yang memiliki tanda mula sama
disebut sebagairelatif; jadi tangga nada C mayor merupakan mayor relatif dari tangga nada A minor, dan tangga
nada C minor adalah minor
relatif dari tangga nada Es
mayor.
Tangga nada mayor relatif dari
suatu tangga nada minor ditentukan dengan menaikkan nada tonika tangga nada
minor tersebut sebanyak satu nada dan satu seminada (tiga setengah langkah),
yaitu dengan interval terts minor. Jika tanda mula suatu tangga
nada, misalnya G mayor, terdiri dari satu kres, maka tangga nada minor
relatifnya, E minor, juga memiliki satu kres sebagai tanda mula.
Tabel berikut menunjukkan
jumlah tanda mula untuk tangga nada minor dan tangga nada mayor relatifnya.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
huruf kecil adalah
minor
angka menunjukkan jumlah mol
atau kres pada tangga nada (F = 1 mol, f = 4 mol, dst)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
v
tangga
nada mayor adalah
salah satu Tangga nada diatonik. Skala ini tersusun oleh
delapan not. Interval antara not yang berurutan dalam skala mayor
adalah: 1, 1, 1/2, 1, 1, 1, 1/2.Sebagai contoh, tangga nada A minor adalah C,
D, E, F, G, A, B, C'
Ciri-ciri tangga nada mayor
Ciri-cirinya adalah:
·
Bersifat riang gembira
·
Bersemangat
·
Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do
·
Mempunyai pola interval : 1 , 1 , ½, 1 , 1 , 1, ½
·
Tangga nada pentatonis
Tangga nada pentatonis hanya terdiri dari lima nada pokok (Penta yang berarti lima; dan Tone yang berarti nada). Nada-nada dalam tangga nada pentatonis tidak dilihat berdasarkan jarak nada, melainkan berdasarkan melalui urutannya dalam tangga nada. Nada dan tangga nada pentatonis ini memiliki istilah sendiri terutama untuk seni karawitan Jawa dan Sunda.
Tangga nada pentatonis sendiri terbagi atas dua tangga nada, yaitu pelog dan slendro. Masing-masing jenis tangga nada pentatonis ini mempunyai susunan jarak nada yang berbeda.
Tangga nada pentatonis pelog akan memberikan perasaan tenang, hormat, dan memuja. Sedangkan tangga nada slendro bersifat gembira, bersemangat, dan terkadang fantastik.
Sebagai contoh lagu-lagu daerah Indonesia bagian Timur banyak menggunakan sistem tangga nada diatonis. Sedangkan lagu-lagu di daerah Jawa dan Bali banyak yang memakai sistem tangga nada pentatonis.
Tangga nada pentatonis hanya terdiri dari lima nada pokok (Penta yang berarti lima; dan Tone yang berarti nada). Nada-nada dalam tangga nada pentatonis tidak dilihat berdasarkan jarak nada, melainkan berdasarkan melalui urutannya dalam tangga nada. Nada dan tangga nada pentatonis ini memiliki istilah sendiri terutama untuk seni karawitan Jawa dan Sunda.
Tangga nada pentatonis sendiri terbagi atas dua tangga nada, yaitu pelog dan slendro. Masing-masing jenis tangga nada pentatonis ini mempunyai susunan jarak nada yang berbeda.
Tangga nada pentatonis pelog akan memberikan perasaan tenang, hormat, dan memuja. Sedangkan tangga nada slendro bersifat gembira, bersemangat, dan terkadang fantastik.
Sebagai contoh lagu-lagu daerah Indonesia bagian Timur banyak menggunakan sistem tangga nada diatonis. Sedangkan lagu-lagu di daerah Jawa dan Bali banyak yang memakai sistem tangga nada pentatonis.
·
Skala kromatik adalah suatu skala yang berjarak setengah nada, seperti
A,A#,B,C,C#,D, dan seterusnya.
|------12-11-10-9-8------------------------------------------8-9-10-11-12|
|------------------12-11-10-9----------------------9-10-11-12----========|
|----------------------------12-11-10-9-10-9-11-12-----------------------|
|------------------------------------------------------------------------|
|------------------------------------------------------------------------|
|------------------------------------------------------------------------|
Harmoni
Harmoni
adalah paduan bunyi di dalam suatu lagu yang terdiri dari beberapa suara yang
sesuai dengan akor
ΓΌ Interval dalam istilah
musik adalah sebuah jarak antara nada satu ke nada yang lainnya. baik jarak
nada ke atas atau jarak nada ke bawah. Interval memiliki beberapa nama yaitu:
1. Prim: yaitu interval nada dari nada satu ke nada yang sama. Misal: dari
nada do ke do2. Sekon: yaitu interval nada dari nada satu ke nada kedua di atas
atau di bawahnya. Misal nada do ke re
3. Terts: yaitu interval nada dari nada satu ke nada ketiga: Misal nada do
ke mi
4. Quart/Kuart: yaitu interval dari nada kesatu ke nada keempat di atasnya.
Misal nada do ke fa, re ke sol, mi ke la, dsb.
5. Quin/Kuint: adalah interval lima nada.
6. Sekt: adalah interval enam nada.
7. Septim: adalah interval tujuh nada.
8. Oktaf: adalah interval delapan nada, dalam musik diatonis oktav
mengidentifikasikan pengulangan nada yang sama hanya dalam tingkatan yang lebih
tinggi. Misal nada do rendah ke nada do tinggi, sol bawah ke sol tinggi, dsb.
ΓΌ Acord
Akor atau yang biasa
disebut dengan kunci adalah gabungan dari beberapa nada yang menghasilkan
paduan nada yang berfungsi untuk mengiringi sebuah lagu atau melody. Sedangkan
nada-nada penyusun akor atau kunci tersebut terdiri dari kelipatan nada yang
berawal dari nada dasar, misalnya :
- C + F + A = C mayor, artinya gabungan dari nada C+F+A bila dibunyikan secara bersama maka akan terbentuk paduan nada bernama 'C mayor', dimana Akor yang terdiri dari 3 nada tersebut dinamakan Akor Triad. yaitu jenis akor yang paling umum digunakan dalam pengiring lagu atau melody baik dalam bentuk Mayor maupun Minor.
Akor Tiga atau Chord Triad adalah suatu bentuk Akor atau Chord yang terdiri
dari tiga nada, misalnya :
- 1 + 3 + 5 (Do, Mi, Sol)
- 3 + 5 + 7 (Mi, Sol, Si)
- 2 + 4 + 6 (Re, Fa, La)
Kontruksi Chord Triad di Kunci C
- Mayor : 1 + 3 + 5 atau C + E + G
- Minor : 1 + 3b + 5 atau C + Es (E mol) + G
- Diminished : 1 + 3b + 5# atau C + Es (E mol) + Gis (G kres)
- Augmented : 1 + 3 + 5# atau C + E + Gis (G kres)
Untuk akor 7, 9, 11, 13 adalah
akor triad yang telah mendapat imbuhan nada ke 7, 9, 11, 13, maka jadilah akor
7 dan seterusnya.
Misalnya akor C mayor terdiri dari
nada-nada Do+Mi+Sol, Bila ditambah nada ke-7 atau nada 'Si', maka
berubah menjadi Do+Mi+Sol+Si atau disebut juga dengan akor C
mayor7 atau Cmay7. Bila Akor Cmay7 tersebut
mendapat imbuhan lagi nada ke-9 atau 'Re', maka menjadi akor Cmay9,
demikian seterusnya sampai Cmay13.
Tonalitas
Beberapa ahli menyatakan bahwa tonalitas
berhubungan dengan tanda kunci maupun tangga nada . Tonalitas adalah aspek
musik yang meliputi nada , tanda birama , tanda diam , dan ornamen lainnya yang
dikelilingi sebuah nada tonik yang menjadi nada tumpunya . Dinamika nada tumpu
karena nada ini merupakan nada yang menjadi acuan atau awal penyusunan
nada-nada lain dari sebuah tangga nada .
ΓΌ tekstur ialah
cara penggabungan melodi, rentak dan harmoni dalam
sesebuah gubahan muzik, dan dengan
itu menentukan mutu muzik dalam sesebuah lagu. Tekstur kerap kali diperikan
dengan merujuk kepada kemampatan atau ketebalan, dan keluasan julat pic yang
terdapat dalam sesebuah lagu. Ia juga diperikan dengan merujuk kepada pertalian
pic paling rendah dengan yang paling tinggi, dan bilangan suara dan pertalian
antara suara-suara tersebut[1] (lihat Jenis teksturdi bawah).
Tekstur boleh berbentuk nipis atau tebal, dan boleh dipengaruhi oleh bilangan
dan sifat bahagian-bahagian yang dimainkan serentak. Ketebalan tekstur
dipengaruhi jumlah dan kelunakan alat muzik yang memainkan lagu tersebut.
Selain itu tekstur juga boleh dipengaruhi oleh timbre alat
muzik dan harmoni, tempo dan
rentak yang digunakan dalam lagu tersebut. Misalnya, sebuah tekstur yang tebal
mengandungi beberapa "lapisan" alat muzik. Satu lapisan mungkin
terdiri daripada muzik alat tali dan yang satu lagi permaianan alat bras..
Tekstur musik dibagi menjadi tiga macam yaitu :
1) Monofon atau suara tunggal
2) Polifon , yaitu bentuk beberapa melodi yang
dinyanyikan secara bersama , dapat dijumpai pada pembagian suara
3) Homofon , yaitu bentuk musik yang terdiri dari banyak
suara yang dilakukan secara serempak sehingga menghasilkan sesuatu bentuk
komposisi karya yang menarik
ΓΌ Tanda Kunci adalah tanda yang ditulis pada awal
sangkar nada
Tanda Kunci
berfungsi untuk menunjukkan letak nada
Macam Tanda
Kunci ada 3 macam, yaitu :
1). Kunci C
Kunci C adalah
kunci yang menunjukkan letak nada C, digunakan untuk menuliskan nada sedang
(misal pada biola alto). Letak nada di garis paranada dengan menggunakan kunci
C:
> Kunci C ada 5 macam yang ditulis pada
masing-masing garis para nada, yang mempunyai fungsi masing-masing. Jika
ditulis pada :
a. garis 1 = untuk menuliskan suara Sopran
b. garis 2 = untuk menuliskan suara Mezzo Sopran
c. garis 3 = untuk menuliskan suara Tenor
d. garis 4 = untuk menuliskan suara Bariton
e. garis 5 = untuk menuliskan suara Bass
> Nada yang sejajar dengan Tanda Kunci adalah nada
c1
2)
Kunci F
Kunci F adalah
kunci yang biasa digunakan untuk menuliskan nada-nada rendah, maka kunci F
disebut juga kunci Bass. Letak kunci F pada garis paranada ada di garis
keempat, maka menunjukkan nada F di garis keempat. Letak nada di garis paranada
dengan kunci F
> Kunci F untuk menuliskan nada rendah
( Alto, Tenor, Bariton)
> Nada yang terletak pada garis ke 4
adalah nada f
3) Kunci G
Kunci G adalah
kunci yang bentuknya seperti kepala biola. Kunci G disebut juga kunci biola
karena kunci G digunakan untuk menuliskan nada-nada tinggi. Kunci G digunakan
untuk menunjukkan letak nada G pada garis kedua. Letak nada di garis paranada
dengan kunci G
> Kunci G untuk menuliskan suara tinggi ( Sopran,
Mezzo Sopran, Alto )
> Nada yang terletak pada garis ke 2 adalah nada g'
Banyak
yang menganggap bahwa kunci itu sama dengan akord. Kalau yang di lirik lagu
Kuburan “C, A minor, D minor, ke C, ke D lagi”, itu namanya akord (chord),
bukan kunci. Kunci dalam music ada 4, yaitu :
Pada
Piano Kunci G (Treble Clef) biasa digunakan untuk not balok yang akan
dimainkan oleh tangan kanan. Sedangkan kunci F (Bass Clef) biasa
digunakan untuk not balok yang akan dimainkan oleh tangan kiri. Penggunaan
kunci G dan kunci F secara bersamaan disebut juga grand staff.
Gambar grand staff :
Perbedaan kunci G dengan kunci F adalah
pada letak-letak nadanya di garis paranada. Gambar berikut akan menjelaskan perbedaannya.









Komentar
Posting Komentar