media pembelajaran audio
MAKALAH MEDIA
PEMBELAJARAN FISIKA
“MEDIA AUDIO DALAM PEMBELAJARAN FISIKA”

DI SUSUN OLEH
KELOMPOK 8 :
ANA SARI PULSANDE
(A1C317040)
LILIS FATONA (A1C317030)
LOIS KUSUMAWATI SETIAWAN
(A1C317060)
TEANA NISA EKA CITRA
(A1C317002)
RIZKIKA (RSA1C317003)
KELAS : FISIKA REGULER B
DOSEN PENGAMPU :
DIAN PERTIWI RASMI,
S.Pd., M.Pd
PENDIDIKAN FISIKA
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pada era modern seperti sekarang ini,
kita masih bisa melihat fakta bahwa di sekolah-sekolah terdengar keluhan mengenai
pelajaran yang ada di sekolah dirasa amat membosankan, tidak menarik, sehingga
berujung pada hasil belajar yang kurang memuaskan. Hal tersebut diantaranya
disebabkan kurangnya inovasi yang membuat siswa bosan dengan proses
pembelajaran serta masih kurangnya kreatifitas guru. Oleh karena itu, metode
pengajaran dengan berbasis media pembelajaran dinilai dapat memberikan suasana
baru yang nyaman dan baik digunakan dalam proses belajar mengajar.
Kedudukan media dalam suatu proses
pembelajaran sangatlah penting karena media pembelajaran merupakan sebuah alat
yang digunakan untuk menunjang sebuah pembelajaran. Suasana pembelajaran
dikelas akan lebih terasa menarik jika guru mau mengeksplorasi kreatifitasnya
untuk menyampaikan materi melalui media pembelajaran. Salah satu contoh media pembelajaran
yaitu media berbasis audio yang sesuai dengan pokok bahasan yang sedang
disampaikan. Sehingga ide yang disampaikan guru lebih mudah untuk ditangkap
oleh para siswa dan berakibat pada hasil pembelajaran yang maksimal.
B. Rumusan Masalah
1.
Apakah pengertian dari media dan media
pembelajaran?
2.
Apakah pengertian dari media audio?
3.
Apa saja manfaat penggunaan media
audio dalam proses pembelajaran?
4.
Apa saja jenis-jenis media audio?
5.
Sebutkan contoh aplikasi yang dapat
digunakan untuk merancang dan membuat suatu media pembelajaran berbasis audio?
6.
Apakah alasan menggunakan aplikasi
tersebut?
7.
Bagaimana cara penggunaan aplikasi
tersebut?
8.
Apa saja kelebihan dan kekurangan
penggunaan media audio dalam proses pembelajaran?
C. Tujuan Pembahasan
Makalah
ini bertujuan untuk menjelaskan :
1.
Pengertian dari media dan media
pembelajaran.
2.
Pengertian dari media audio.
3.
Manfaat penggunaan media audio dalam
proses pembelajaran.
4.
Jenis-jenis
media audio.
5.
Contoh aplikasi yang dapat digunakan
untuk merancang dan membuat suatu media pembelajaran berbasis audio.
6.
Alasan menggunakan aplikasi
tersebut.
7.
Cara penggunaan aplikasi tersebut.
8.
Kelebihan dan kekurangan penggunaan
media audio dalam proses pembelajaran.
D. Manfaat
Pembahasan
1.
Dapat mengetahui pengertian media
pembelajaran.
2.
Dapat mengetahui pengertian media
audio.
3.
Dapat mengetahui manfaat penggunaan
media audio dalam proses pembelajaran.
4.
Dapat
mengetahui jenis-jenis media audio.
5.
Dapat mengetahui contoh aplikasi
yang dapat digunakan untuk merancang dan membuat suatu media pembelajaran
berbasis audio.
6.
Dapat mengetahui alasan menggunakan
aplikasi tersebut.
7.
Dapat mengetahui cara penggunaan
aplikasi tersebut.
8.
Dapat mengetahui kelebihan dan
kekurangan penggunaan media audio dalam proses pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Media dan Media Pembelajaran
Media
dalam prespektif pendidikan merupakan instrumen yang sangat strategis dalam
ikut menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Sebab keberadaannya
secara langsung dapat memberikan dinamika tersendiri terhadap peserta didik.
Kata media pembelajaran berasal dari bahasa latin
”medius” yang secara harfiah berarti
”tengah”, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara
atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Gerlach
dan Ely mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah
manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru,
buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian
media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan alat-alat grafis,
photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali
informasi visual dan verbal.
Secara
harfiah media berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, “media
merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan”. Bila media
adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia,
benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan
dan keterampilan.
Media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan, seperti alat sebagai
pengantar atau perantara untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Atau
dapat disebut juga sebagai alat komunikasikan yang digunakan guru dalam proses
belajar mengajar untuk menyampaikan informasi kepada peserta didik.
B. Pengertian
Media Audio
Menurut
Munadhi (2008: 58), audio atau pendengaran adalah alat untuk mendengarkan.
Mendengar adalah proses fisiologis otomatik penerimaan rangsangan pendengaran (aural stimuli). Dalam tahap inilah
gangguan fisik pada alat pendengaran seseorang dapat menimbulkan kesulitan
dalam proses mendengarkan. Mendengar adalah sebuah proses di mana gelombang
suara masuk melalui saluran telinga bagian luar terhubung dengan gendang
telinga (eardrum) di bagian tengah
telingan dan menimbulkan getaran-getaran yang kemudian meransang influsiinflusi
saraf sampai ke otak. Jadi audio atau pendengaran adalah proses masuknya
glombang suara ke dalam lubang telinga dan melalui proses yang lainnya sehingga
suara tersebut sampai ke saraf otak, dan menimbulkannya suatu pemahaman atas
suara yang masuk tadi.
Dalam
kehidupan manusia, media audio sepertinya telah mendominasi proses komunikasi
yang kita lakukan sehari-hari. Hal ini bahkan merambah hingga ke dunia
pengajaran (instruction), dari tingkat dasar, menegah, bahkan perguruan
tinggi. Secara pengertian (definisi), media audio dalam proses pembelajaran
merupakan suatu bahan atau media yang mengandung pesan bentuk auditif (pita suara
atau cakram suara) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
kemauan siswa, sehingga terjadi proses belajar mengajar.
Media
audio merupakan alat bantu yang digunakan dengan hanya bisa mendengar saja.
Media ini membantu para siswa agar dapat berfikir dengan baik, menumbuhkan daya
ingat serta mempertajam pendengaran. Dalam proses pembelajaran, media tersebut
diajarkan kepada siswa berupa pesan. Pesan yang disampaikan dituangkan dalam
lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal.
Oleh
karena itu proses pembelajaran dapat tersusun dengan baik. Media ini merupakan
bentuk pembelajaran yang murah dan terjangkau. Materi yang disapaikan
disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Audio dapat memberikan pesan yang
menarik dan memotivasi siswa. Maka, dapat disimpulkan bahwa media audio adalah
alat bantu yang hanya bisa didengar saja yang menimbulkan getaran-getaran yang
meransang influsi-influsi sampai ke otak. Getaran-getaran itulah yang mampu
merangsang motivasi. Dengan demikian minat siswa semakin meningkat.
C.
Manfaat Penggunaan
Media Audio dalam Proses Pembelajaran
Ada beberapa manfaat yang akan
diperoleh jika pendidik memanfaatkan media audio ataupun radio sebagai media
pembelajaran. Tugas pendidik akan lebih ringan jika dibandingkan dengan tanpa
menggunakan media audio. Menurut Nana Sudjana dan Ahmad
Rivai (dalam Kesumawidayani, 2010: 6), pemanfaatan bahan ajar audio dalam
kegiatan pembelajaran, terutama digunakan dalam:
1. Pengajaran
music literary (pembacaan sajak) dan kegiatan dokumentasi.
2. Pengajaran
berbahasa asing, baik secara audio ataupun audio visual.
3. Pengajaran
melalui radio atau radio pendidikan.
4. Paket-paket
belajar untuk berbagai jenis materi yang memungkinkan peserta didik dapat
melatih daya tafsirnya dalam suatu bidang studi.
Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (dalam Arsyad, 2011:
45), mengemukakan fungsi media audio adalah untuk melatih segala kegiatan
pengembangan keterampilan terutama yang berhubungan dengan aspekaspek
keterampilan mendengarkan. Keterampilan yang dapat dicapai dengan penggunaan
media audio meliputi :
1. Pemusatan
perhatian dan mempertahankan perhatian.
2. Mengikuti
pengarahan.
3. Melatih
daya analisis.
4. Memilah-milih
informasi atau gagasan yang relevan dan informasi yang tidak relevan.
5. Merangkum,
mengemukakan kembali, atau mengingat kembali informasi.
D.
Jenis-jenis
Media Audio
Jenis-jenis
media audio diantaranya adalah :
1. Phonograph (Gramaphone),
yaitu alat rekam yang memiliki hasil yang baik. Dengan speed tinggi yang dimilikinya maka frequency respons pun tinggi sehingga mampu merekam berbagai macam
suara mulai dari ucapan kata-kata hingga suara badai, kicauan burung, musik
simponi dan lain-lain.
2. Open
Reel Tapes, yaitu alat
perekam yang memiliki kualitas suara yang lebih bagus dibandingkan yang menggunakan
pita kaset. Karena unsur kecepatan tersebut berpengaruh pada frequency respons (tanggapan frekuensi).
Semakin tinggi kecepatannya, semakin tinggi tanggapan frekuensinya.
3. Cassette
Tapes, perekam kaset audio ini
adalah yang paling populer di kalangan masyarakat. Berfungsi sebagai play back program dalam bentuk kaset
ataupun sebagai perekam.
4. Compact
Disc, yaitu sebuah piring
optikal yang digunakan untuk menyimpan data secara digital. Media ini tetap
menjadi format standar dalam pemutaran rekaman audio komersial hingga
pertengahan 2006.
5. Radio, di dunia pendidikan hingga saat ini
radio masih digunakan sebagai media pembelajaran, khususnya untuk pembelajaran
program pendidikan jarak jauh. Sebenarnya radio termasuk jenis media massa
yakni media untuk komunikasi massa. Sedangkan pembelajaran termasuk komunikasi
publik/ kelompok. Namun, untuk beberapa konteks, program radio bisa dikhususkan
untuk komunikasi publik atau kelompok.
6. Laboratorium Bahasa, yaitu alat untuk
melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahas asing dengan jalan menyajikan
materi pelajaran yang disampaikan sebelumnya.
E. Contoh Aplikasi yang digunakan untuk
Merancang dan Membuat Suatu Media Pembelajaran Berbasis Audio
Banyak aplikasi on-line
maupun off-line dapat digunakan untuk
merancang dan membuat suatu media pembelajaran berbasis audio, salah satunya adalah
Audacity. Audacity adalah software multimedia yang digunakan untuk keperluan
editing audio. Audacity merupakan software yang diproduksi khusus untuk mengolah
file berbasis audio. Audacity mengolah audio dengan cara memotong,
memperbanyak, menyatukan track satu dengan yang lain, merekam suara atau
memberikan efek khusus pada suara. Aplikasi ini dibangun dengan pustaka
WxWidgets sehingga
dapat berjalan pada berbagai sistem
operasi.
F.
Alasan
Menggunakan Aplikasi Audacity
Penggunaan aplikasi Audacity ini sangat bagus
bagi seseorang yang hobi mengotak-atik file audio. Contohnya untuk merekam
suara, menggabungkan beberapa lagu menjadi satu lagu, dan lain sebagainya.
Software ini juga bisa digunakan untuk keperluan mentranskrip. Audacity
memiliki tampilan audio atau suara yang berupa grafik spectogram yang
berdasarkan waktu, sehingga tampilan tersebut mempermudah suara untuk diolah.
Untuk mempermudah pekerjaan ketika mengolah suara, kita bisa memperbesar (zoom) grafik suara, sehingga kita bisa
lebih mudah menentukan titik suara yang harus dipotong.
Audacity adalah aplikasi pemberi efek suara yang
terbaik yang pernah ada didunia sumber
terbuka (open source).
Dengan Audacity, pengguna bisa mengoreksi berkas suara
tertentu, atau sekedar menambahkan berbagai efek yang disediakan. Selain itu,
pengguna juga dapat berkreasi dengan suara yang
dimiliki sendiri. Kelebihan dari aplikasi ini adalah fitur dan kestabilan.
Pustaka yang digunakan juga tidak terlalu banyak dan waktu tunggunya juga tidak
terlalu lama walaupun pada aplikasi ini antarmuka penggunanya (user
interface) yang sedikit kaku apabila dibandingkan dengan
aplikasi sejenis di sistem operasi lain. Ada banyak fungsi yang bisa
dilakukan oleh Audacity seperti :
1. Membuat
ringtone.
2. Menghilangkan
vocal.
3. Memperlambat/mempercepat tempo
lagu.
4. Menggabungkan
dua file audio.
Metode 1
(Merekam Suara)
1.
Hubungkan peralatan Anda. Pada pengaturan instrumen, pilihlah tujuan keluaran
instrumen. Atur masukan Audacity agar menggunakan masukan dari instrumen. Pada
contoh ini, sinyal dialihkan dari keluaran "synth" perangkat lunak ke
masukan audio Audacity melalui antarmuka SoundFlower.
·
Meskipun antarmuka kartu suara
beragam, sebaiknya Anda memantau instrumen Anda untuk mencegah masalah latensi.
Karena latensi selalu menjadi faktor saat memantau sinyal rekaman, Anda akan
kesulitan menjaga ritme saat bermain musik. Pada Audacity, gunakan pengaturan
berikut ini :
2.
Konfirmasikan
hubungan. Periksa apakah masukan dan keluaran audio Anda telah
diatur dengan benar, dengan memilih "Start Monitoring" dari menu
popup di bawah meteran masukan (di sebelah ikon mikrofon), lalu mulailah
memainkan instrumen.
·
Jika meteran mencapai 0 dB, gunakan
penggeser Input Volume untuk mengecilkan volume masukan sehingga meteran hanya
mencapai 0dB pada bagian paling keras saja.
3.
Pilihlah
cara untuk mengaktifkan perekam. Setelah Anda menghubungkan seluruh
perangkat dan mengatur tingkat masukan, Anda kini siap merekam. Anda memiliki
dua opsi:
·
Klik "Record" dan mulailah
bermain musik. Umumnya, akan ada sedikit keheningan di awal trek yang dapat
dipotong setelah rekaman selesai.
·
Anda juga dapat mengaktifkan opsi "Sound
Activated Recording" pada pengaturan Recording. Centangi kotak cek
"Sound Activated Recording", lalu aturlah tingkat aktivasi suara
(dB). Semakin kecil desibel, semakin kecil pula suara yang diperlukan untuk
memulai rekaman. Opsi ini berguna jika, misalnya, Anda merekam di kamar lain dan
tidak ingin mendengar keheningan panjang di awal trek saat Anda menyiapkan
rekaman.
4. Rekamlah trek. Kini saatnya Anda mulai merekam, apa pun metode yang
Anda pilih. Klik tombol Record berwarna merah (atau tekan "R"), dan
mulailah bermain jika Anda sudah siap. Anda akan melihat gelombang suara pada
trek Anda saat Anda bermain musik.
·
Catatan: Meskipun umumnya hal
berikut ini tidak terjadi jika Anda telah mengatur seluruh masukan dengan
benar, jika gelombang suara Anda masih datar setelah Anda mulai merekam,
artinya sinyal suara tidak terekam dari instrumen ke trek. Periksa sambungan ke
instrumen, lalu ulangi rekaman.
5. Hentikan rekaman. Setelah Anda
selesai, klik tombol Stop berbentuk kotak kuning. Anda akan melihat gambar
seperti berikut:
·
Jika Anda mengaktifkan opsi aktivasi
rekaman berdasarkan suara, Audacity akan berhenti merekam saat suara tidak
mencapai desibel tertentu.
·
Untuk menambahkan trek baru saat
mendengar trek yang telah direkam, centangi opsi “Overdub: Play other tracks
while recording new one” pada Preferences: Recording.
6.
Aturlah
tanggal dan waktu rekaman. Opsi rekaman berdasarkan waktu
berikut ini tidak dimiliki kebanyakan perangkat lunak rekaman.
·
Pilih menu "Timer
Record..." dari menu Transport, atau tekan Shift+T. Pada jendela yang
muncul, Anda bisa mengatur tanggal dan waktu mulai rekaman, tanggal dan waktu
selesainya rekaman, atau durasi rekaman. Dengan opsi ini, Anda bisa merekam
meskipun sedang tidak berada di tempat.
7.
Perpanjang
rekaman Anda. Jika Anda ingin menambahkan rekaman baru pada rekaman yang sudah ada,
tekan Shift+Record, atau Shift+R. Materi baru Anda akan terekam di akhir
rekaman pada trek saat ini.
Metode 2 (Memutar Ulang Rekaman )
1. Perhatikan rekaman. Setelah Anda selesai merekam,
dengarkan rekaman Anda. Klik tombol Play berbentuk segitiga hijau (atau tekan
spasi). Trek Anda akan dimainkan dari awal, dan akan berhenti di akhir trek.
·
Menekan Shift+Play atau Shift+spasi
akan memutar ulang trek terus-menerus hingga Anda mengeklik tombol Stop atau
menekan tombol spasi kembali.
·
Untuk memutar ulang bagian trek tertentu, pastikan
Anda mengaktifkan Selection Tool. Kemudian, klik dan tarik bagian yang ingin
Anda putar ulang. Catatan: Setelah Anda memilih, tekan "Z" untuk
menentukan secara otomatis titik nol (titik 0 pada awal dan akhir gelombang
suara). Metode ini dapat memberikan hasil yang sangat jernih, tanpa bunyi yang
mengganggu, tergantung jenis rekaman dan bagian lagu.
2.
Ubah
kecepatan putaran. Anda bisa mengubah kecepatan pemutaran ulang, yang
bisa jadi berguna jika Anda mengerjakan proyek solo atau sedang mempelajari
musik tertentu yang sulit.
·
Geser bilah "Playback
Speed" ke bagian kiri untuk memperlambat trek, atau ke kanan untuk
mempercepat trek, lalu klik panah "Playback at Speed" untuk memutar
ulang trek dengan kecepatan baru. Untuk mengubah kecepatan, sesuaikan bilah dan
klik tombol kembali.
3. Ubah tampilan trek.
Tampilan awal trek adalah gelombang suara dalam bentuk linear. Singkatnya,
skala linear adalah persentase tingkatan antara 0 (keheningan) dan 1
(maksimal). Anda dapat melihat trek dalam format lain:
· Waveform
(dB), yang menampilkan gelombang dalam tingkat desibel. Tampilan ini akan lebih
besar dari tampilan linear.
·
Pitch, yang menampilkan nada tertinggi di atas trek,
dan nada terendah di bagian bawah trek. Tampilan ini sangat menarik dengan
tekstur dan kord yang kaya.
4.
Putar
trek secara solo. Jika Anda memutar beberapa trek sekaligus namun hanya ingin mendengar
salah satu trek, klik tombol Solo di daerah kontrol Track (pada bagian kiri
gelombang suara).
·
Trek lain tidak akan diputar.
Langkah ini sangat berguna jika Anda ingin menyesuaikan volume gitar dan drum,
misalnya.
5.
Diamkan
trek.
Jika Anda memutar beberapa trek sekaligus namun ingin mendiamkan salah satu
trek, klik tombol Mute di di daerah kontrol Track (pada bagian kiri gelombang
suara).
·
Trek lain tidak akan bersuara.
Langkah ini sangat berguna jika Anda ingin membandingkan 2 rekaman atau
"menipiskan" rekaman sementara.
6.
Aturlah
"pan" dan tingkat volume. Kontrol Pan akan menempatkan suara di kolom stereo,
dari kiri ke kanan, atau di antaranya, dan kontrol Level akan mengatur volume
trek.
Metode 3 (Menyunting Suara)
1. Perpendek trek. Jika Anda merekam
terlalu banyak, potonglah trek hingga trek hanya berisi rekaman yang Anda
inginkan untuk menghemat waktu penyuntingan. Mulailah dengan membuat cadangan
trek untuk berjaga-jaga, lalu ikuti panduan berikut ini:
·
Pilihlah
Selection Tool dari bilah alat. Pilih bagian audio yang ingin Anda simpan.
Pilih "Loop Playback" (Shift+spasi), lalu dengarkan suntingan Anda beberapa
kali untuk memastikan bahwa suntingan Anda sudah cukup baik. Sesuaikan
suntingan seperlunya, lalu dari menu Edit, pilih "Remove Audio" >
"Trim". Anda juga bisa menekan Cmd+T (atau Control+T di PC). Audio di
kiri dan kanan pilihan Anda akan terhapus dari trek.
· Setelah pemotongan, pindahkan audio jika
diperlukan ke waktu yang tepat dengan menggunakan Time Shift. Tariklah audio ke
waktu yang tepat.
2. Terapkan efek. Anda dapat menerapkan
berbagai efek, baik bawaan Audacity atau efek VST dan efek bawaan sistem
operasi.
·
Pilihlah
sebagian atau seluruh trek dengan Selection Tool.
·
Dari
menu Effect, pilih efek yang diinginkan. Pada contoh ini, kami menggunakan Echo
untuk trek "klik" sederhana.
·
Aturlah
parameter yang diminta oleh efek, lalu dengarkan pratinjaunya. Jika Anda merasa
cocok dengan efek tersebut, klik OK. Efek akan diproses dan hasilnya akan
ditampilkan. Contoh di bawah ini adalah trek "klik" asli di atas, dan
trek dengan efek Echo di bawah.
·
Anda
bisa memproses trek yang sama dengan berbagai efek. Meskipun demikian, Anda
bisa mengeraskan suara terlalu parah hingga terjadi distorsi yang tidak
mengenakkan. Jika terjadi distorsi, hapus efek yang Anda terapkan sebelum
terjadi distorsi, dan terapkan efek Amplifier dengan setelan -3db, alih-alih
menerapkan efek yang Anda inginkan. Jika proses tersebut masih menyisakan
distorsi, perkuat setelan efek Amplify, misalnya -6dB.
·
Catatan:
Sebaiknya Anda menggandakan trek (Cmd+D atau Ctrl+D) sebelum melakukan
penyuntingan yang mengubah gelombang suara.
3. Bereksperimenlah
dengan bebas. Cobalah semua
filter, dan perhatikan hasilnya serta suaranya jika digabungkan dengan materi
sumber Anda.
4.
Simpanlah berkas audio yang
sudah disunting. Setelah Anda
selesai menyunting, mencampur, memotong, dan mempercantik berkas suara hingga
menjadi musik yang sedap didengar, Anda akan ingin menyimpan berkas tersebut
untuk keperluan arsip (atau bahkan untuk menjadi terkenal!). Pilih
"File" > "Export...", lalu pilih format yang Anda
inginkan. Anda bisa memilih berbagai format, mulai AIFF hingga WMA.
Metode
4 (Menikmati)
1.
Audacity memang gratis,
namun sangat hebat. Program ini
memiliki banyak efek, generator suara, dan sistem penyuntingan yang cukup
fleksibel. Setelah Anda mengerti cara penggunaannya, Anda dapat membuat
berbagai musik hebat.
Tips :
· Carilah
efek-efek suara di internet. Berbagai situs internet menyediakan efek suara
secara gratis. Anda juga bisa membeli CD berisi efek suara.
·
Anda bisa merekam dan memainkan
instrumen dengan mengunduh perangkat lunak piano virtual, seperti Simple Piano.
Kemudian, pilihlah masukan Stereo Input di mikrofon, dan biarkan Audacity
merekam permainan Anda.
Hal yang dibutuhkan :
- Audacity
- Mikrofon atau generator suara (semacam "synthesizer")
- Pengeras suara atau "headphone"
- Komputer
H. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan
Media Audio dalam Proses Pembelajaran
1.
Kelebihan
a.
Tidak begitu mahal untuk kegiatan
pembelajaran.
b.
Audio-tape cukup
hemat, sebab suatu rekaman dapat dihapus dan diganti dengan materi yang baru.
c.
Dapat digunakan untuk pembelajaran
kelompok maupun individual.
d.
Pelajar yang tunanetra maupun
tunaaksara dapat belajar melalui media audio.
e.
Untuk anak yang masih kecil atau
pelajar yang belum dapat membaca, media audio dapat membentuk pengalaman
belajar bahasa permulaan.
f.
Media audio dapat membawakan pesan
verbal yang lebih dramatis daripada media cetak.
g.
Dengan imajinasi guru, program audio
dapat lebih bervariasi.
h.
Audio cassette
tape-recorder dapat dibawa kemana-mana dan dapat digunakan di
lapangan tanpa battery.
i.
Cassette
tape-recorder sangat ideal untuk belajar mandiri di rumah karena
bahan pembelajaran pada pita kaset mudah diperbanyak bila diperlukan.
2.
Kelemahan
a.
Melalui media audio kaset, dapat
mendengarkan urutan penyajian yang tetap, bahkan bila diputar kembali akan
terdengar hal-hal yang sama. Hal ini kadang-kadang membosankan.
b.
Tanpa ada penyaji yang bertatap muka
langsung dengan pelajar, beberapa di antara pelajar kurang memperhatikan
penyajian itu.
c.
Pengembangan program audio yang baik
akan banyak menyita waktu.
d.
Penentuan cara penyampaian informasi
dapat menimbulkan kesulitan bila pendengar memiliki latar belakang serta
kemampuan mendengar yang berbeda.
e.
Tidak dapat diperoleh balikan secara
langsung karena hanya ada satu jalur penyampaian informasi.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media adalah perantara mengenai informasi. Sedangkan audio
adalah yang berkaitan dengan pendengaran. Jadi media audio adalah perantara
mengenai informasi yang diberikan oleh seseorang melalui alat pendengaran saja.
Misalnya berupa rekaman mengenai suatu pelajaran. Selanjutnya, fungsi media
audio salah satunya dapat membantu pekerjaan pendidik. Dengan adanya media
audio tugas pendidik agak terbantu, misalnya pendidik hanya memutar rekaman
mengenai materi yang ingin disampaikan dan dapat diulang sesuai keinginan.
Penggunaan
media audio yang kita gunakan secara tepat dan sedikit memberikan
inovasi serta variasi, maka dapat membantu mengatasi kejenuhan siswa dalam
proses pembelajaran yang menyebabkan siswa menjadi pasif . Dengan adanya
media audio yang kita gunakan, dapat menstimulus atau mendorong
minat belajar siswa, sehingga memungkinkan siswa untuk lebih tertarik
dan lebih giat menyimak proses pembelajaran serta tercapainya tujuan
pembelajaran oleh pendidik. Pembuatan media audio dapat menggunakan suatu
aplikasi khusus, salah satunya yaitu Audacity yang memiliki kelebihan tersendiri
bagi seorang pemula yang baru mencoba menciptakan media pembelajaran berbasis
audio.
B. Saran
Semoga
pembaca tidak pernah puas dengan materi yang ada di makalah ini, dan terus
mencari ilmu pengetahuan dari sumber lainnya untuk mengetahui lebih
mendalam informasi tentang media audio dalam proses pembelajaran. Dan
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua umumnya bagi pembaca dan
khususnya bagi penulis.
DAFTAR
PUSTAKA
Anitah, Sri. 2009.
Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma
Pustaka.
Arsyad,
Azhar. 2011. Media
Pembelajaran Cet. 14. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kesumawidayani.
2010. Penggunaan Media Audio Dalam
Pembelajaran Bahasa
Indonesia Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak. Pontianak: Jurnal
Pendidikan. Vol. 11 No. 4 ISSN: 1874-1557.
Indonesia Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak. Pontianak: Jurnal
Pendidikan. Vol. 11 No. 4 ISSN: 1874-1557.
Mawaddah. 2015. Pengaruh Penggunaan Media Audio Dalam
Pembelajaran
Menyimak Dongeng Pada Siswa Kelas Vii Smp Islam Al-Wasatiyah
Cipondoh Tahun Pelajaran 2013-2014. Jakarta : Jurnal Pembelajaran Vol
1. No 1. ISSN: 1434-1886.
Menyimak Dongeng Pada Siswa Kelas Vii Smp Islam Al-Wasatiyah
Cipondoh Tahun Pelajaran 2013-2014. Jakarta : Jurnal Pembelajaran Vol
1. No 1. ISSN: 1434-1886.
Munadhi, Yudhi.
2008. Media Pembelajaran Sebuah
Pendekatan Baru. Jakarta:
Gaung Persada Press.
Gaung Persada Press.























Komentar
Posting Komentar