MAKALAH
MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA
“MEDIA
AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA”
DI SUSUN OLEH
KELOMPOK 8 :
ANA SARI PULSANDE (A1C317040)
LILIS FATONA (A1C317030)
LOIS KUSUMAWATI SETIAWAN (A1C317060)
TEANA NISA EKA CITRA (A1C317002)
RIZKIKA (RSA1C317003)
KELAS : FISIKA REGULER B
DOSEN
PENGAMPU :
DIAN PERTIWI RASMI, S.Pd., M.Pd
PENDIDIKAN
FISIKA
PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana atas rahmat-
Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
Media Pembelajaran Fisika yang berjudul “Media Audio Visual dalam Pembelajaran
Fisika.”
Selanjutnya kami mengucapkan
terima kasih kepada Ibu Dian Pertiwi Rasmi, S.Pd., M.Pd selaku dosen pengampu
mata kuliah Media Pembelajaran Fisika yang telah memberikan pengarahan dan
bimbingan dalam penyusunan makalah ini. Serta tak lupa pula kami ucapkan terima
kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini kami
merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari Ibu
sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Jambi, 21
September 2018
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.................................................................................................................................. i
DAFTAR
ISI.................................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah........................................................................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah..................................................................................................................................... 2
C. Tujuan
Pembahasan................................................................................................................................. 2
D. Manfaat
Pembahasan.............................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Media dan Media Pembelajaran................................................................................ 4
B. Pengertian
Media Audio Visual......................................................................................................... 5
C. Manfaat
Penggunaan Media Audio Visual dalam Proses Pembelajaran....................... 6
D.
Jenis-jenis Media Audio Visual......................................................................................................... 6
E. Contoh
Aplikasi yang digunakan untuk Merancang dan Membuat Suatu Media
Pembelajaran Berbasis Audio Visual............................................................................................. 8
F. Alasan Menggunakan
Aplikasi PowToon dan
VSDC Free Video
Editor serta
Kekurangannya.......................................................................................................................................... 9
G. Cara
Menggunakan Aplikasi PowToon dan VSDC Free Video Editor..................... 11
H. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Media Audio Visual dalam Proses
Pembelajaran............................................................................................................................................. 20
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan................................................................................................................................................ 21
B. Saran.............................................................................................................................................................. 21
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................................................... 23
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peningkatan kualitas pembelajaran
merupakan salah satu dasar peningkatan pendidikan secara keseluruhan. Upaya
peningkatan mutu pendidikan menjadi bagian terpadu dari upaya peningkatan
kualitas manusia, baik aspek kemampuan, kepribadian, maupun tanggung jawab
sebagai warga masyarakat. Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang
sangat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini
saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan
mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai
aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran.
Media pembelajaran merupakan
salah satu komponen pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan
belajar mengajar. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan
kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap
siswa sehingga akan membantu keefektifan proses pembelajaran dalam penyampaian
pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat
siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman,
menyajikan data dengan menarik dan memadatkan informasi.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa
penggunaan media pembelajaran erat kaitannya dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Perkembangan IPTEK semakin mendorong
upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses
belajar. Teknologi paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar adalah
sistem percetakan yang bekerja atas dasar fisik mekanik. Kemudian lahir
teknologi audio visual yang menggabungkan penemuan mekanik dan elektronik untuk
tujuan pembelajaran. Selain teknologi media audio visual. Dengan banyaknya
variasi media pembelajaran ini, perlu kita ketahui bahwa tidak ada satu media
pun yang paling baik. Setiap media memiliki keunggulan dan kelemahan
masing-masing Oleh karena itu penting bagi guru untuk memahami setiap media
pembelajaran, mulai dari karakteristik tiap-tiap media
1
pembelajaran hingga faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media
pembelajaran tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah
pengertian dari media dan media pembelajaran?
2. Apakah
pengertian dari media audio visual?
3. Apa saja
manfaat penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran?
4. Apa saja
jenis-jenis media audio visual?
5.
Sebutkan contoh aplikasi yang
dapat digunakan untuk merancang dan membuat suatu media pembelajaran berbasis
audio visual?
6. Apakah
alasan menggunakan aplikasi tersebut serta kekurangannya?
7. Bagaimana
cara penggunaan aplikasi tersebut?
8.
Apa saja kelebihan dan kekurangan
penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran?
C. Tujuan Pembahasan
Makalah
ini bertujuan untuk menjelaskan :
1. Pengertian
dari media dan media pembelajaran.
2. Pengertian
dari media audio visual.
3. Manfaat
penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran.
4. Jenis-jenis
media audio visual.
5.
Contoh aplikasi yang dapat
digunakan untuk merancang dan membuat suatu media pembelajaran berbasis audio
visual.
6. Alasan
menggunakan aplikasi tersebut serta kekurangannya.
7. Cara
penggunaan aplikasi tersebut.
8.
Kelebihan dan kekurangan
penggunaan media visual dalam proses pembelajaran.
D. Manfaat Pembahasan
1.
Dapat mengetahui pengertian media pembelajaran.
2.
Dapat mengetahui pengertian media audio visual.
3.
Dapat mengetahui manfaat
penggunaan media visual dalam proses pembelajaran.
4.
Dapat mengetahui jenis-jenis media audio visual.
2
5.
Dapat mengetahui contoh aplikasi
yang dapat digunakan untuk merancang dan membuat suatu media pembelajaran
berbasis audio visual.
6.
Dapat mengetahui alasan menggunakan aplikasi
tersebut serta kekurangannya.
7.
Dapat mengetahui cara penggunaan aplikasi tersebut.
8.
Dapat mengetahui kelebihan dan
kekurangan penggunaan media visual dalam proses pembelajaran.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media dan Media Pembelajaran
Media dalam prespektif pendidikan
merupakan instrumen yang sangat strategis dalam ikut menentukan keberhasilan
proses belajar mengajar. Sebab keberadaannya secara langsung dapat memberikan
dinamika tersendiri terhadap
peserta didik. Kata media pembelajaran berasal dari
bahasa latin ”medius” yang secara harfiah berarti ”tengah”, perantara atau
pengantar. Dalam bahasa Arab,
media adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Arief S. Sadiman
(2003: 6), pengertian media adalah perantara atau penghantar pesan dari
pengirim kepada penerima pesan. Menurut Arsyad
(2003: 3) mengutip dari pendapat Gertach dan Ely,
bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia atau materi
maupun kejadian yang membangun kondisi yang membuat peserta didik mampu
memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru,
buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus,
pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan alat-alat
grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun
kembali informasi visual dan verbal.
Dari definisi tersebut dapat
dikatakan bahwa media merupakan suatu yang bersifat meyakinkan pesan dan dapat
merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong
terjadinya proses belajar pada dirinya.
Menurut Gagne dalam Arief S.Sadiman
(2003: 6) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah berbagai jenis komponen
dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk belajar. Dalam
arti sempit, media pembelajaran hanya meliputi media yang dapat digunakan
secara efektif dalam proses pengajaran yang terencana. Sedangkan dalam arti
luas, media tidak hanya meliputi media komunikasi elektronik yang kompleks.
Akan tetapi juga mencakup alat – alat sederhana seperti, tv, radio, slide,
fotografi, diagram, dan bagan buatan guru, ataun objek – objek nyata lainya.
Dari pengertian diatas dapat
dikatakan bahwa media pembelajaran yaitu segala sesuatu yang digunakan, seperti
alat sebagai pengantar atau perantara untuk menyampaikan materi pelajaran
kepada siswa. Atau dapat disebut juga sebagai alat
4
komunikasikan yang digunakan guru dalam proses
belajar mengajar untuk menyampaikan informasi kepada peserta didik.
B. Pengertian Media Audio Visual
Pada awalnya media hanya
berfungsi sebagai alat bantu visual dalam kegiatan pendidikan, yaitu sebagai
sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada mahasiswa, antara lain
untuk memotivasi mahasiswa untuk belajar, memperjelas, dan mempermudah konsep
yang abstrak dan mempertinggi daya pemahaman belajar. Kemudian masuknya
teknologi audio, maka lahirlah media audio visual yang sampai sekarang fungsi
utamanya adalah menekankan penggunaan pengalaman yang konkret untuk
menghindarkan verbalistik (Hamalik: 1994: 40).
Menurut Dale (1969: 180) (dalam
Arsyad, 2011: 23), bahwa bahan-bahan audio visual dapat memberikan banyak
manfaat asalkan guru berperan aktif dalam proses pembelajaran. Sebagai media
pembelajaran dalam pendidikan dan pembelajaran. Sebagai media pembelajaran
dalam pendidikan dan pengajaran, media audio-visual mempunyai sifat sebagai
berikut, yaitu kemampuan untuk meningkatkan persepsi, kemampuan untuk
meningkatkan pengertian, kemampuan untuk meningkatkan transfer (pengalihan)
belajar, kemampuan untuk memberikan penguatan (reinforcement) atau pengetahuan hasil yang di capai, dan kemampuan
untuk meningkatkan retensi (ingatan).
Media audio visual yaitu jenis
media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang
dapat dilihat, seperti rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan
lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik,
sebab mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua. Media audio
visual adalah media kombinasi antara audio dan visual yang diciptakan sendiri
seperti slide dikombinasikan dengan kaset audio. Menurut Wina (2008: 172),
media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar
bisa dilihat, misalnya rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan
sebagainya.
Melihat perincian pengertian
komponen-komponen yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran
audio visual adalah sarana atau prasarana
5
yang
penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran yang dipergunakan untuk
membantu
tercapainya tujuan belajar.
C. Manfaat Penggunaan Media Audio Visual dalam
Proses Pembelajaran
Menurut Suprijanto (2007: 173), ada beberapa
manfaat alat bantu audio visual dalam pengajaran, antara lain :
1. Membantu
memberikan konsep pertama atau kesan yang benar.
2. Mendorong
minat.
3. Meningkatkan
pengertian yang lebih baik.
4. Melengkapi
sumber daya belajar yang lain.
5. Menambah
variasi metode mengajar.
6. Meningkatkan
keingintahuan intelektual.
7. Cenderung
mengurangi ucapan dan pengulangan kata yang tidak perlu.
8. Membuat
ingatan terhadap pelajaran lebih lama.
9. Dapat
memberikan konsep baru dari sesuatu di luar pengalaman biasa.
D. Jenis-Jenis Media Visual
Menurut Syaiful dan Aswan (2002:
141), media audio visual mempunyai beberapa bentuk antara lain sebagai berikut
:
1. Media
Audio Visual Gerak
Media audio visual gerak adalah
media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi) karena meliputi penglihatan, pendengaran dan
gerakan, serta menampilkan unsur gambar yang bergerak. Jenis media yang
termasuk dalam kelompok ini adalah televisi, video tape, dan film bergerak
antara lain sebagai berikut :
a. Film
Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar
dalam frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis
sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Kemampuan film melukiskan gambar
hidup dan suara memberinya daya tarik tersendiri. Kedua jenis media ini pada
umumnya digunakan untuk tujuan-tujuan hiburan, dokumentasi, dan pendidikan.
Mereka dapat menyajikan informasi, memaparkan ketrampilan, menyingkat atau
memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap. Oemar Hamalik mengemukakan bahwa
film yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
6
1) Dapat
menarik minat anak.
2) Benar dan
autentik.
3) Up to
date dalam setting, pakaian dan lingkungan.
4) Sesuai
dengan tingkatan kematangan audien.
5) Perbendaharaan
bahasa yang dipergunakan secara benar.
6) Kesatuan
dan squence-nya cukup teratur.
7)
Teknis yang dipergunakan cukup
memenuhi persyaratan dan cukup memuaskan.
b. Video
Video sebagai media audio visual yang menampilkan
gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan
dapat bersifat fakta (kejadian/peristiwa penting, berita), maupun fiktif
(seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif maupun
intruksional. Sebagaimana besar tugas film dapat digantikan oleh video, maupun
tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Masing-masing
memiliki keterbatasan dan kelebihan sendiri.
c. Televisi
(TV)
Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan
gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel dan ruang. Dewasa ini
televisi yang dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat
dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui
satelit. Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan
untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang
menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak hanya menghibur, tetapi lebih penting
adalah mendidik. Oleh karena itu, ia memiliki ciri-ciri tersendiri, antara lain
yaitu :
1)
Dituntun oleh instruktur, seorang
instruksi atau guru menuntun siswa sekedar menghibur tetapi yang lebih penting
adalah mendidik melalui pengalaman-pengalaman visual.
2)
Sistematis, siaran berkaitan
dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang
terencana.
3)
Teratur dan berurutan, siaran
disajikan dengan selang waktu yang berurutan secara berurutan dimana satu
siaran dibangun atau mendasari siaran lainnya.
7
4)
Terpadu, siaran berkaitan dengan
pengalaman belajar lainnya, seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium,
percobaan, menulis dan pemecahan masalah. Televisi sebenarnya sama dengan film,
yakni dapat didengar dan dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup dan
juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan.
2. Media
Audio Visual Diam
Media audio visual diam yaitu media yang
menampilkan suara dan gambar diam, seperti :
a. Film
bingkai suara (sound slides)
Film bingkai adalah suatu film transparan
(transparant) berukuran 35mm, yang biasanya dibungkus bingkai berukuran 2x2 inci
terbuat dari karton atau plastik. Ada program yang selesai dalam satu menit,
tapi ada pula yang hingga satu jam atau lebih. Namun yang lazim, satu program
film bingkai suara (sound slide) lamanya berkisar antara 10-30 menit. Jumlah
gambar (frame) dalam satu program pun bervariasi, ada yang hanya sepuluh buah,
tetapi ada juga yang sampai 160 buah atau lebih.
b. Film
rangkai suara
Berbeda dengan film bingkai, gambar (frame) pada
film rangkai berurutan merupakan satu kesatuan. Ukurannya sama dengan film bingkai,
yaitu 35mm. Jumlah gambar satu rol film rangkai antara 50- 75 gambar dengan
panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130, tergantung pada isi film itu.
E. Contoh Aplikasi yang Dapat digunakan untuk
Merancang dan Membuat
Suatu Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual
Dalam pembuatan media audio
visual, kami menggunakan aplikasi PowToon dan VSDC Free Video Editor. PowToon
merupakan aplikasi berbasis web untuk membuat animasi sederhana dua dimensi
(2D). PowToon merupakan sebuah aplikasi online yang digunakan untuk presentasi.
Disini, PowToon digunakan untuk membuat video penjelasan tentang materi yang
disampaikan dalam video pembelajaran ini. Dalam aplikasi ini kita bisa memilih
bentuk animasi yang akan dibuat. Fitur atau animasi yang ditawarkan lebih cocok
untuk keperluan bisnis dan pendidikan. Sehingga tidak rugi jika menggunakan
aplikasi ini.
8
Selanjutnya adalah VSDC Free
Video Editor. VSDC Free Video Editor merupakan aplikasi editing video yang
dikenal memiliki kemampuan proses pengeditan yang mudah namun memberikan hasil
video yang menarik. Fitur yang disediakan antara lain panel timeline, layar
selection serta panel visual. VSDC Free Video Editor ini bisa digunakan untuk
menyunting atau mengedit video dengan fungsi lengkap yang disediakan. Terdapat
juga pilihan efek transisi, efek video dan audio dan fitur penyuntingan yang
mudah lainnya. Pada halaman utama, VSDC akan menampilkan preview secara real
time sehingga bisa langsung mengetahui hasil video yang disunting sebelum
menyimpannya. Selain itu, juga bisa menyunting file dari hasil capture pada
perangkat perekam video seperti camcorder. Hasil output atau penyimpanan bisa
berformat mulai dari FLV, AVI, WMV, MKV, MOV, dan masih banyak yang lainnya.
Aplikasi ini juga bisa menyimpannya ke dalam format mobile seperti smartphone,
PSP, bahkan iPod. Aplikasi inipun bisa melakukan konversi format yang bisa
mengubah format video menjadi format video yang lain.
F. Alasan Menggunakan Aplikasi PowToon dan VSDC
Free Video Editor
serta Kekurangannya
PowToon merupakan aplikasi untuk membuat video animasi secara
sederhana namun bukan untuk sejenis film, akan
tetapi lebih kepada ‘mempresentasikan’ materi dengan cara yang lebih variatif,
unik, dan
menyenangkan sesuai dengan tingkat imajinasi, daya
komunikasi, substansi, kreasi, serta kontemplasi masing-masing individu.
Aplikasi PowToon ini memiliki animasi-animasi yang sangat menarik. Adapun
beberapa kelebihan yang lain dari aplikasi ini sehingga kami memilih untuk
menggunakannya antara lain :
1.
PowToon merupakan layanan online
untuk membuat sebuah paparan yang memiliki fitur animasi sangat menarik
diantaranya animasi tulisan tangan, animasi kartun, dan efek transisi yang
lebih hidup serta pengaturan time line yang sangat mudah.
2.
Hampir semua fitur dapat diakses
dalam satu layar membuat “PowToon” mudah digunakan dalam proses pembuatan
sebuah paparan. Paparan yang memiliki built-in karakter kartun, model animasi
dan benda-benda kartun lainnya membuat layanan ini sangat cocok digunakan untuk
membuat media ajar
9
khususnya untuk para pelajar yang suka dengan suasana santai dan non
formal dalam pembelajaran di kelas.
Manfaat
media pembelajaran PowToon :
1. Memperjelas
penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis.
2.
Mengatasi keterbatasan ruang,
waktu dan daya indera, seperti misalnya: Objek yang terlalu besar, bisa
digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model; Objek yang
kecil, dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar.
3.
Gerak yang terlalu lambat atau
terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa aplikasi
PowToon juga memiliki kekurangan-kekurangan sebagai berikut :
1. Penggunaannya
harus Online.
2. Koneksi
internet harus bagus.
3.
Aplikasi Powtoon merupakan
aplikasi yang cukup berat muatannya artinya juga membutuhkan koneksi internet
yang sangat cepat.
Aplikasi kedua
yang kami gunakan
adalah VSDC Free
Video Editor.
Digunakan
aplikasi ini karena memiliki beberapa kelebihan yaitu antara lain :
1. Garis
waktu yang nyaman untuk audio maupun video.
2. Mendukung
format video yang paling populer.
3. Mudah
untuk menyisipkan transisi.
4. Program
cepat diinstal.
5. Program
User friendly.
6. Tidak ada
watermark, keterbatasan, atau apapun; benar-benar gratis.
Namun selain kelebihan, aplikasi ini juga memiliki
kekurangan seperti berikut ini :
1.
Aplikasi ini tidak sesuai untuk
pengguna dengan keterampilan komputer yang buruk.
2. Aplikasi
ini tidak dapat menangkap video dari cam.
3. Anda
harus menghabiskan sekitar 30 menit untuk menangani program ini.
4. Sulit
untuk dipahami
10
VSDC Free Video Editor terlihat
dan terasa seperti editor video profesional. Bahkan, jika terasa hampir identik
dengan Final Cut Pro dalam banyak hal. Jika ingin mendalami gaya video editing
mendalam, program ini adalah cara yang baik untuk melakukannya secara gratis.
Belajarlah secara bertahap kecuali bila sudah memiliki pengalaman.
G. Cara Penggunaan Aplikasi PowToon dan VSDC Free
Video Editor
1. Aplikasi
PowToon
Berikut
ini langkah-langkah membuat animasi di website PowToon :
a.
Buka websitenya di alamat https://www.powtoon.com/ kemudian klik tombol
warna biru yang ada tulisan START NOW.
b. Muncul halaman pendaftaran. Jika belum
mendaftar menjadi anggota di web Powtoon, silahkan mendaftar terlebih dahulu.
Daftarnya bisa menggunakan akun Google, Facebook, Linkedin, atau E-mail.
c.
Kalau sudah memiliki akun, klik
tulisan Log in. Isi username dan passwordnya bila menggunakan email atau
menggunakan akun Google, Facebook, maupun Linkedin.
d. Setelah Log in akan tampil menu untuk membuat animasi. Dalam
tutorial ini kami memilih Build your story scene by scene.
e.
Kemudian tampil menu untuk
membuat tampilan dari animasi yang akan dibuat. Terdiri dari berbagai macam
pilihan, yaitu PROFESSIONAL, WHITE BOARD, INFOGRAPHIC, CARTOON, dan CORPORATE.
Dalam tutorial ini kami memilih CARTOON.
f.
Tidak lama kemudian tampil menu
Your storyboard structure. Silahkan pilih sesuai dengan keinginan atau langsung
saja klik tombol warna biru yang ada tulisan CONTINUE.
g.
Silahkan tunggu loadingnya sampai
selesai. Proses loading memerlukan waktu beberapa detik, tergantung kecepatan
koneksi internet.
h.
Jika proses loading sudah
selesai, maka akan muncul jendela editor untuk membuat animasi. Panel sebelah
kiri untuk melihat slide yang sudah dibuat dan bisa digunakan untuk menambah
slide baru atau menghapusnya bila tidak dibutuhkan.
Panel timeline yang ada di tengah digunakan untuk
memasukkan gambar, teks,
dan lain
sebagainya sesuai dengan kebutuhan.
Panel yang ada di sebelah kanan memiliki fungsi
untuk mengatur Layouts, Background, Text, Library, Objects, Graphs, Sound, dan
Images yang akan dimasukkan ke dalam Panel Timeline.
14
i.
Apabila telah selesai membuat
animasi sesuai dengan kebutuhan, klik tombol Export. Kemudian tampil menu EXPORT
OPTIONS. Silahkan pilih fitur yang akan digunakan, misalnya kita pilih Download
as MP4 atau Upload to YouTube.
2. VSDC Free
Video Editor
Langkah-langkah
meggunakan VSDC Free Video Editor yaitu sebagai berikut :
a. Buka
VSDC Video Editor
b. Buka
New Project
c. Tampilan “New
Project”
Caranya
klik, simbol yang ditandai
d.
Setelah video terbuka, sesuaikan ukuran layar video tersebut.
16
17
f. Menambahkan Musik pada Video
Untuk menambahkan musik, Klik pada simbol yang
berbentuk nada musik.
Setelah
musik ditambahkan, maka tampilannya akan seperti ini.
g. Export
Video
Kelebihan VSDC juga bisa menconvert video langsung dan tipe lebih
lengkap, avi, mp4, dll.
Setelah dirasa sudah cukup mengedit video, kita bisa ubah nama video,
bentuk, maupun ukuran video yang diinginkan.
h. Video
selesai disimpan
H. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Media Audio
Visual dalam Proses
Pembelajaran
Menurut Harjanto (2000: 243-244), kelebihan media
audio visual antara lain sebagai berikut :
1.
Bahan pengajaran akan lebih jelas
maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa
menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
2.
Mengajar akan lebih bervariasi,
tidak sematamata komunikasi verbal melalui penuturan katakata oleh guru.
Sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga apalagi bila guru
mengajar untuk setiap jam pelajaran.
3.
Siswa lebih banyak melakukan
kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tapi juga
aktifitas mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
4.
Pengajaran akan lebih menarik
perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
Menurut Wina (2008: 217), ada beberapa kelemahan
media audio visual yaitu antara lain :
1.
Media audio yang lebih banyak
menggunakan suara dan bahasa verbal, hanya mungkin dapat dipahami oleh
pendengar yang mempunyai tingkat penguasaan kata dan bahasa yang baik.
2.
Penyajian materi melalui media
audio dapat menimbulkan verbalisme bagi pendengar.
3. Kurang
mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara sempurna.
20
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media pembelajaran merupakan
salah satu komponen pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan
belajar mengajar. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media
pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data
dengan menarik dan memadatkan informasi. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa
penggunaan media pembelajaran erat kaitannya dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sehingga melahirkan teknologi audio visual
yang menggabungkan penemuan mekanik dan elektronik untuk tujuan pembelajaran.
Media pembelajaran audio visual
adalah sarana atau prasarana yang penyerapannya melalui pandangan dan
pendengaran yang dipergunakan untuk membantu tercapainya tujuan belajar. Media
audio visual mempunyai beberapa bentuk seperti Media audio visual gerak yaitu
media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi) karena meliputi penglihatan, pendengaran dan
gerakan, serta menampilkan unsur gambar yang bergerak dan media audio visual
diam yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam.
Dipilih media audio visual karena
merupakan sumber belajar yang berisikan pesan atau materi pelajaran dibuat
secara menarik dalam bentuk kombinasi gambar, teks, gerak, animasi, serta suara
yang disesuaikan dengan usia peserta didik yang dapat menarik minat peserta
didik dalam belajar, sehingga pembelajaran akan menyenangkan dan tidak
menjenuhkan. Penggunaan media audio visual dapat membantu menimbulkan
pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat
dipadukan dengan unsur suara, merangsang minat dan perhatian siswa dengan
gambar dan warna yang kongkrit dan aspek suara
B. Saran
Semoga pembaca tidak pernah puas
dengan materi yang ada di makalah ini, dan terus mencari ilmu pengetahuan dari
sumber lainnya untuk mengetahui lebih mendalam informasi tentang media audio dalam
proses pembelajaran. Dan semoga
21
makalah ini
dapat bermanfaat bagi
kita semua umumnya
bagi pembaca dan
khususnya
bagi penulis.
22
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad,
Azhar. 2003. Media Pembelajaran.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Harjanto.
2000. Perencanaan Pengajaran. Jakarta
: PT. Rineka Cipta.
Oemar,
Hamalik. 1994. Media Pendidikan.
Bandung: Cipta Aditya Bakti.
Sadiman, A.S., dkk. 2009. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pres.
Syaiful,
B.D., Aswan, Z. 2002. Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Suprijanto.
2007. Penggunaan Media Pembelajaran.
Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Wina, S.
2008. Perencanaan dan Desain Sistem
Pembelajaran. Jakarta: PT. Fajar.
23























Komentar
Posting Komentar